Kamis, 21 Februari 2013

Jurnal


Jurnal

Dalam akuntansi dan pembukuan, jurnal adalah semua transaksi keuangan suatu badan usaha atau organisasi yang dicatat secara kronologis dan bertujuan untuk pendataan, termasuk di dalamnya jumlah transaksi, nama-nama transaksi baik memengaruhi atau dipengaruhi, dan waktu transaksi berjalan . Proses pencatatan ini disebut penjurnalan. Jurnal dikenal juga sebagai buku pemasukan utama books of original entry karena menjadi tempat terjadinya pencatatan transaksi pertama atau penyesuaian pemasukan adjusting entries

Jenis Jurnal
Setiap entitas memiliki cara sendiri untuk mencatat setiap transaksi yang sedang berjalan, tetapi secara umum dibagi menjadi 2 jenis:

  1. Jurnal Umum
  2. Jurnal khusus, dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah:
  • Jurnal penjualan ( semua penjualan secara kredit)
  • Jurnal penerimaan kas (semua penerimaan kas secara tunai)
  • Jurnal pengeluaran kas ( Semua pengeluaran kas secara tunai)
  • Jurnal pembelian (semua pembelian secara kredit)
  • Jurnal umum Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak masuk dalam jurnal khusus, misalnya pencatatan depresiasi aset tetap.


Cara Membuat Jurnal Akuntansi

Sebelum mengenal lebih jauh Cara Membuat Jurnal Akuntansi, kita harus menguasai saldo normal akuntansi agar kita lebih mudah dalam memasukan akun ke sisi debit atau sisi kredit.

Saldo Normal Akuntansi

Asset              = Debit
Kewajiban      = Kredit
Ekuitas            = Kredit
Pendapatan     = Kredit
Beban             = Debit
Prosedur DEBIT dan KREDIT ini adalah vital sifatnya. Seseorang tidak akan mampu membuat jurnal dengan baik dan benar jika belum menguasai saldo normal ini. Setelah menguasai saldo normal di atas  dengan baik (hafal, bisa memvisualisasikannya, dan memahami logikanya), maka silahkan lanjutkan dengan belajar menjurnal.

Cara Membuat Jurnal Akuntansi ini ada 3 langkah, yaitu :

Identifikasi akun mana yang terlibat dalam transaksi ini. Kita ambil conton misal : Tanggal 10 Jan 2013 membeli mobil dengan harga Rp. 100.000.000. Dalam hal ini mobil yang dibeli merupakan penambahan harta kita sehingga dia berada di sisi Debit, kemudian kita membeli mobil itu menggunakan uang kita dan otomatis mengurangi uang kita. Uang disini biasanya ada dalam kas dan pengurangan kas berada di sisi kredit. Jadi akun nya adalah Mobil disisi Debit dan Kas disisi kredit.
Identifikasi bertambah atau berkurang. Untuk langkah ini, kita memang harus menjadikan saldo normal sebagai patokan kita. Tapi kita juga harus pintar dalam mengidentifikasi kegiatan. Jika terjadi pembelian seperti contoh diatas maka saldo normal asset yang dianggap kas akan berkuran berarti posisi aset untuk kas berada di sebelah kredit. Sedangkan aset yang bertambah dalam hal ini membeli mobil maka aset untuk mobil bertambah dan berada di sisi debit.
Hitung nilai yang terlibat dalam transaksi. Nilai dalam transaksi harus sangat diperhatikan dengan teliti. Jangan sampai terjadi salah penulisan. Apabila terjadi maka akan terjadi jurnal yang tidak balance. Mungkin saja bisa balance tetapi untuk siklus selanjutnya akan terjadi kesalahan.
Kita coba dengan contoh-contoh lainnya ya

Transaksi :

Tgl 1 jan membeli mobil dengan harga Rp. 50.000.000

Tgl 3 jan membeli mesin secara kredit dengan harga Rp. 25.000.000

Tgl 10 jan membayar listrik Rp. 7.000.000

Jawaban :

CV. Dwi Tirta

Jurnal

31 Desember 2012

Tgl 1 jan

Mobil       50.000.000 (D)

    Kas                    50.000.000 (K)

Tgl 3 jan

Mesin       25.000.000 (D)

  Utang                 25.000.000 (K)

Tgl 10 jan

Beban listrik     7.000.000 (D)

   Kas                           7.000.000 (K)

0 komentar:

Posting Komentar

Ramdhani Cleavor™. Diberdayakan oleh Blogger.